S5 Corpway - шаблон joomla Joomla
Article
  • Register
Wednesday, 11 October 2017 05:57

Keindahan Alam Fulan Fehan Kabupaten Belu

Rate this item
(1 Vote)

Fulan Fehan Merupakan sebuah lembah di kaki Gunung Lakaan dengan sabana yang sangat luas. Lembah ini berada di Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), sekitar 26 Km dari Atambua, ibukota Kabupaten Belu. Potensi yang dimiliki Lembah Fulan Fehan adalah banyak terdapat kuda yang bebas berkeliaran, pohon kaktus yang tumbuh subur dan hamparan padang sabana yang luasnya tak terjangkau oleh mata. Selain itu Tak jauh dari lembah ini ada beberapa obyek bersejarah lainnya yang menjadi satu kesatuan paket yang mendukung pesona dan daya tarik obyek wisata ini, seperti Benteng Ranu Hitu atau Benteng Lapis Tujuh di puncak Bukit Makes, Di sudut lainnya berdiri Gunung Gunung Lakaan yang menjulang tinggi

Langsung saja ! dari kota atambua kita melakukan perjalanan selama ± 2 jam perjalanan dengan jarak tempuh 26 Km, setelah lelah selama dua jam berpacu dengan motor dan terguncang-guncang berkali-kali dengan rasa panik, semua terbayarkan ketika terhampar di depan kami padang rumput sabana yang begitu luas menghijau berlatarkan Gunung Lakaan yang terlihat misterius dengan gurat-gurat bayang bukit-bukitnya.Sementara itu Fulan Fehan sangat diistimewakan karena memiliki beberapa jenis keunikan seperti tempat situs bersejarah masa peninggalan zaman perang.

Keberadaan yang dibatasi oleh gunung Lakaan, benteng perang makes yang memiliki tujuh tangga, tumbuhan kaktus, serta jurang yang terjal semakin membuat padang Fulan Fehan terlihat indah seperti padang golf. Selain terdapat tanah merah dan putih padang tersebut hampir setiap harinya diselimuti oleh kabut tebal, bercampur jalan tanah putih yang dibatasi dengan tumbuhan kaktus

Dengan pemandagan sabana yang luas kita dapat melihat banyak kuda dan sapi berkeliaran berlari bebas di padang sabana itu sangat menyenangkan mata karena dengan hirupikuk kota yang padat kita dapat dimanjakan dengan melihat keidahan alam dan hewan hewan yang masih bisa berlari bebas di alam. Disamping itu kita dapat melihat tumbuhan kaktus yang tumbuh subur di padang sabana ini, disitulah fulan fehan ini memiliki pesona alam yang eksotis dan indah

Setelah itu kita bergeser ke spot yang lain masih sama di fulan fehan dari spot ini kita dapat melihat indahnya perbukitan serta kita bisa melihat hampir keseluruhan area di Kabupaten Belu. Bahkan dari kejauhan terdapat gunung-gunung tinggi yang merupakan bagian dari Timor Leste sari spot ini juga kita dapat mlihat  perbatasan antara Negara REPUBLIK INDONESIA dan RDTL (TIMOR LESTE) yang dipisahkan oleh sungai "motaain" .

Dari keindahan alam kita berjak untuk melihat slah satu situs sejarah satu suku yang mendiami tempat ini yaitu menuju sebuah benteng kecil yang berada tepat di pinggir tebing lainnya. Benteng ini terbuat dari batu-batu alami yang dibuat seperti pagar setinggi dada. Rimbunnya pohon di dalam benteng membuat area tersebut terlihat seperti hutan kecil yang misterius. Menurutku hal ini aneh sekali karena di antara padang rumput yang begitu luas menghijau, terdapat sebuah benteng pertahanan para leluhur dulunya di salah satu titik dengan pohon-pohon lebat yang tumbuh subur.

Lalu aku tahu kemudian, bahwa benteng ini dulu merupakan tempat para pahlawan, atau yang biasa di sebut Meo. Di benteng ini biasanya mereka akan mengatur strategi atau bahkan melakukan tes kekebalan tubuh dulu dengan cara memotong-motong tubuh mereka sendiri untuk membuktikan apakah tubuh mereka bisa kembali menjadi utuh sebelum maju ke medan perang.

https://www.kompasiana.com/ryanklau/keindahan-alam-fulan-fehan-kabupaten-belu_59111acfe222bdb0048b4567

Read 88 times Last modified on Wednesday, 11 October 2017 06:02

Masukan email Anda, & dapatkan informasi tentang NTT

About ASITA NTT

Association of  The Indonesian Tours And Travel  Agencies (ASITA) adalah Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia. ASITA didirikan di Jakarta pada 7 Januari 1971 dan saat ini, ASITA tingkat Nasional berkedudukan di Jakarta. ASITA sendiri memiliki 31 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yang tersebar di seluruh Indonesia yang salah satunya terdapat di NTT yang didirikan pada tahun 1974.
ASITA NTT merupakan salah satu anggota Stakeholder Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTT atau yang lebih dikenal dengan sebutan NTT Tourism Board.