S5 Corpway - шаблон joomla Joomla
Berita
  • Register
Saturday, 19 August 2017 05:08

Lola Amaria dan cintanya untuk Indonesia Timur

Rate this item
(0 votes)

Pemain film, teater, dan sutradara, Lola Amaria.
© Indra Rosalia /Beritagar.id

Siapa tak jatuh cinta pada pemandangan alam khas timur Indonesia. Alam Indonesia bagian timur terkenal liar, alami, penuh hamparan sabana dan pantai yang cantik. Sebutlah hamparan pasir putih dan laut biru di Bali, Lombok, Gili Trawangan, Labuan Bajo, hingga Raja Ampat. Kecantikan pantai Indonesia bagian timur juga berhasil mencuri hati aktris dan sutradara Lola Amaria. Dalam wawancaranya dengan Beritagar.id, Senin (14/8/2017), aktris yang kini aktif pula sebagai produser ini mengakui kecintaannya terhadap semua pantai di Indonesia.

"Saya sih paling suka Indonesia Timur, apalagi Labuan Bajo. Intinya, dari Bali, Lombok terus ke sana (arah timur). Soalnya saya suka laut dan di sana bagus-bagus," jelasnya. Selain pantai, Lola menilai budaya di timur Indonesia juga sangat unik. Keramahan masyarakat timur dan kelezatan makanannya selalu memantik rindu untuk kembali. Namun sayang, berwisata ke Indonesia Timur diakuinya membutuhkan lebih banyak uang ketimbang berlibur ke luar negeri seperti Singapura atau Thailand. Itu sebabnya para pelancong lokal sering menunda untuk mengunjungi Indonesia Timur.

Padahal, menurut aktris kelahiran 1977 tersebut, mahalnya ongkos yang dikeluarkan untuk menikmati keindahan dalam negeri bisa dimanfaatkan untuk membenahi infrastruktur daerah terkait. Lola juga menuturkan, jika dibandingkan dengan tempat-tempat wisata di luar negeri, Indonesia masih memiliki lebih banyak tujuan dengan pemandangan yang indah. Indonesia memiliki banyak laut dan gunung yang menakjubkan.

Hanya saja, yang patut disayangkan, daerah tujuan wisata di Indonesia kurang mendapat perhatian pemerintah setempat. Bahkan ada kesan seolah diabaikan. Misalnya infrastuktur kurang memadai atau situs yang kurang terawat dan kotor.Meski demikian, Lola tetap cinta Indonesia Timur. Itu sebabnya Lola tergerak menggarap film Labuan Hati.Film yang tayang pada April 2017 ini menceritakan keindahan alam Labuan Bajo dan sekitarnya di Flores, NTT, dan dibumbui konflik perempuan di dalamnya.



Film buatannya itu pun diputar pula di hadapan masyarakat Bajo dalam suasana peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72. Pemutaran film dilakukan di Pelabuhan Pelni setempat, lengkap dengan pesta rakyat gratis bertajuk "Cinema on The Beach"."Kami melakukan ini soalnya kami mau ngasih liat film hasil garapan yang syutingnya di sana. Bikin di tepi pantai soalnya di Labuan Bajo nggak ada bioskop," jelas Lola.

Pada kesempatan berikutnya, Lola mengeluarkan nada tinggi saat berbicara soal pengelolaan pariwisata Indonesia yang seharusnya meniru Bali. Daerah itu, sejauh pengamatan Lola, tak pernah diganggu isu agama dan budaya luar. Masyarakat di Bali bisa menjalankan aktivitas dan ibadah seperti biasa, tanpa terganggu oleh kegiatan wisata --termasuk para wisatawan asing. "Ini berhubungan sekali dengan kondisi Indonesia sekarang yang gampang terpecah belah, gampang disusupi. Apapun isu agamanya. Orang yang sama-sama satu agama saja saling menghujat coba. Parah!" katanya berapi-api.

Sentilan dengan inspirasi budaya Bali inilah yang akan dibawakan dalam lakon terbarunya di panggung teater. Untuk pertama kali, Lola akan mengadu akting di panggung teater dalam lakon "Laskar Bayaran". Naskah pertunjukan ini ditulis dan disutradarai oleh Agus Noor. Sementara dalang dijabat I Made Sidia dan I Kadek Sugi Sidiarta. Adapun tim kreatifnya dikeroyok Putu Fajar Arcana, Butet Kartaredjasa, Agus Noor, dan Djaduk Ferianto.

Namun demikian, Lola dan para pemain ini belum tahu apa perannya. Penggagas cerita memang ingin semua dilakukan mendadak seolah ingin menampilkan kesegaran. Latihan perdana pertunjukan yang didukung Indonesia Kaya ini akan dilangsungkan sekitar 23 Agustus atau dua hari sebelum pementasan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 25-26 Agustus. Meski belum tahu apa perannya, Lola mengaku sudah mencoba kostum panggung bermodel pakaian peri.

Jadi menurut dugaan Lola, peranan dirinya adalah peri penjaga Hutan Gandamayu --hutan gaib tempat masyarakat melakukan perlawanan terhadap rezim Paradize Capitol Corporation. Rezim ini diceritakan sebagai pemerintahan yang hidup berkoloni dan tertib. Laskar Bayaran pun diperintahkan rezim untuk menaklukkan para pemberontak tersebut. Pada pertunjukan ini, Lola akan beradu akting dengan Cak Lontong, Balawan, dan sejumlah pemain lain.

Read 71 times

DPD ASITA NTT FB

 

Masukan email Anda, & dapatkan informasi tentang NTT

About ASITA NTT

Association of  The Indonesian Tours And Travel  Agencies (ASITA) adalah Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia. ASITA didirikan di Jakarta pada 7 Januari 1971 dan saat ini, ASITA tingkat Nasional berkedudukan di Jakarta. ASITA sendiri memiliki 31 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yang tersebar di seluruh Indonesia yang salah satunya terdapat di NTT yang didirikan pada tahun 1974.
ASITA NTT merupakan salah satu anggota Stakeholder Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTT atau yang lebih dikenal dengan sebutan NTT Tourism Board.