S5 Corpway - шаблон joomla Joomla
Berita
  • Register
Saturday, 09 September 2017 06:01

Konser Wonderful Indonesia di Atambua, Slank Ajak Timor Leste Datang

Rate this item
(0 votes)

Grup band Slank dalam jumpa pers tur Silahturahmi: Merajut Kebangsaan di Potlot, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (5/9/2017). (KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG)ATAMBUA, KOMPAS.com - Pemain drum Slank, Bimo Setiawan Almachzumi yang akrab disapa Bimbim "Slank" mengajak para penggemarnya hadir di Atambua, 22 September 2017. Band Slank secara khusus meminta negara tetangga Timor Leste untuk hadir di Lapangan Umum Simpang Lima Atambua, Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat, 22 September 2017 dalam perhelatan Konser Wonderful Indonesia.

Bimbim mengatakan, konser yang digelar Kementerian Pariwisata (Kemenpar) itu bisa dijadikan ajang silaturahmi antardua negara Indonesia dengan Timor Leste. Slank mengajak masyarakat Timor Leste untuk datang dan menyaksikan Wonderful Indonesia di Atambua. "Pariwisata di Atambua sangat berpotensi dan masyarakatnya juga sangat welcome dengan negara tetangga (Timor Leste). Ayo, ke Indonesia, Slank akan tampil di Atambua," kata Bimbim dalam siaran pers Kemenpar, Kamis (7/9/2017).

Slank rencananya akan tampil sebagai bintang utama dan akan menyanyikan beberapa lagu andalan. Sebelumnya juga akan tampil band-band lokal dari Atambua dan NTT, untuk konser itu sendiri akan dimulai pukul 18.00.



Warga melintasi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Senin (17/7/2017). PLBN itu berada di perbatasan NTT dengan Timor Leste. (KOMPAS/DEWI INDRIASTUTI )

Kepala Dinas Pariwisata Belu, NTT, Johanes Andes Prihatin sudah mempersiapkan konser tersebut. Dia berharap, konser ini membawa dampak besar terhadap pariwisata di Atambua khususnya dan di Belu, NTT secara keseluruhan. ”Bahkan tahun depan atau secepatnya kami sudah mengkonsep dengan konser yang cukup besar, bisa satu minggu lamanya. Seperti skema festival musik di luar negeri yakni Woodstock. Ini akan banyak mendatangkan wisatawan. Semoga Slank menjadi pemantik konser-konser kami yang lebih besar di Atambua,” ujar Johanes Andes Prihatin.

Johanes mengatakan, Atambua sebenarnya sangat potensial dijadikan kota festival karena memiliki sarana wisata yang mumpuni. ”Kami punya alam perbukitan, punya Pantai Tanjung Bastian. Kontur daerahnya bukit juga dengan pantai yang berpasir putih. Ini asik sambil menunggu Konser, semua bisa mengexplore alam kami,” katanya. Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Buatan Kemenpar Ni Putu Gayatri mengundang seluruh penggemar Slank di negara tetangga Timor Leste untuk datang dan menyambangi Atambua.

"Silakan desa-desa atau distrik di Timor Leste seperti Ambeno, Batu Gede, Bobonaro, Maliana dan semua yang ada di Timor Leste untuk hadir bersama kemeriahaan Wonderful Indonesia. Kami siap menyambut kedatangan saudara-saudara kami dari Timor Leste di Atambua," ujar Gayatri.



Padang Sabana Fulan Fehan, Atambua, NTT.(KOMPAS/IWAN SETIYAWAN)

Gayatri menyambut gembira rencana Atambua untuk tampil lebih besar lagi dengan konsep konser satu minggu penuh. "Asal dikemas dengan baik, dan terus dijaga amenitas, akses dan atraksinya," kata Gayatri. Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut positif rencana konser Slank di Atambua. "Bagus sekali Slank bisa membawa Wonderful Indonesia. Ini kulturasi budaya dan kolaborasi yang bagus. Saya juga meminta tolong Slank untuk mengomunikasikan Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia,” kata Arief Yahya. (*)

Kontributor : Dian Reinis Kumampung
Editor :
I Made Asdhiana
Sumber : Kompas

Read 74 times

DPD ASITA NTT FB

 

Masukan email Anda, & dapatkan informasi tentang NTT

About ASITA NTT

Association of  The Indonesian Tours And Travel  Agencies (ASITA) adalah Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia. ASITA didirikan di Jakarta pada 7 Januari 1971 dan saat ini, ASITA tingkat Nasional berkedudukan di Jakarta. ASITA sendiri memiliki 31 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yang tersebar di seluruh Indonesia yang salah satunya terdapat di NTT yang didirikan pada tahun 1974.
ASITA NTT merupakan salah satu anggota Stakeholder Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTT atau yang lebih dikenal dengan sebutan NTT Tourism Board.