S5 Corpway - шаблон joomla Joomla
Berita
  • Register
Friday, 22 September 2017 04:24

Perpaduan Pesona Alam dan Aura Mistis di Gunung Fatuleu Kupang

Rate this item
(0 votes)

Ada 1.500 anak tangga menuju puncak Gunung Fatuleu.

Kupang - Pemerintah Kabupaten Kupang membangun 1.500 anak tangga untuk memudahkan pengunjung mencapai puncak Gunung Fatuleu dan menyaksikan pemandangan Pulau Timor dari ketinggian 875 meter di atas permukaan laut. "Kita sedang merampungkan pembangunan 1.500 anak tangga di pegunungan Fatuleu," kata Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Daerah, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kabupaten Kupang Ambrosius Kopong, Senin, 11 September 2017.

Proses pembangunan anak tangga masih terus dilakukan. Saat ini, anak tangga yang telah rampung dikerjakan sekitar seribu anak tangga. Selain membangun tangga, pemerintah Kabupaten Kupang membangun beberapa fasilitas pendukung seperti lopo (rumah serbaguna), lapak pedagang kuliner, serta lahan parkir dan Mandi Cuci Kakus (MCK) di kawasan pegunungan. Ia menjelaskan pemerintah melakukan penataan karena kunjungan wisatawan ke daerah wisata itu terus meningkat. "Dalam catatan kita wisatawan yang berkunjung ke Gunung Fatuleu mencapai 1.000 orang wisatawan/bulan.

Bitempuh dengan menaiki kendaraan selama dua jam dari Oelamasi, ibu kota Kabupaten Kupang. Selain menjadi objek wisata, Gunung Batu ini juga menyimpan aura magis. Gunung ini bahkan sempat didatangi pelawak Tukul Arwana untuk syuting program televisi yang berbau klenik. Tempat ini juga dijadikan sebagian warga sebagai tempat meminta kekuatan magis. Setiap akhir pekan, banyak warga lokal yang ingin menaklukkan puncak bukit batu tersebut. Dibutuhkan setidaknya tiga sampai empat jam untuk tiba di puncak. Gunung Batu Fatuleu dalam bahasa lokal berarti Gunung Batu Keramat.

Fatu Leu juga menurut warga setempat sebagai tempat berdoa Suan (pemilik alam) yang terdiri dari tiga gunung batu, yakni Tuik Neno (suan punya-batu Tuhan untuk doa) yang merupakan puncak Gunung Batu Fatuleu, Askauana (anak dari alam), dan Nua Leu Asu Oko (raja alam). "Ada pengunjung yang datang untuk mendaki, ada juga yang mau bermeditasi minta kekuatan alam. Tempat meditasi di dalam gua gunung batu ada tempat duduk indah dan juga meja dari batu," kata Salmon Suan, penerus suku Suan yang bertugas sebagai pemandu para wisatawan.

Di puncak Gunung Batu, ada bendera Belanda dan bendera Merah Putih berkibar indah diterpa angin. "Ada tiga warga Belanda datang dan berhasil sampai puncak dan pasang benderanya, katanya sebagai cendera mata. Sedangkan Merah Putih dipasang beberapa mahasiswa asal Surabaya saat HUT kemerdekaan RI ke-71," ucap Salmon.

http://regional.liputan6.com/read/3099326/perpaduan-pesona-alam-dan-aura-mistis-di-gunung-fatuleu-kupang

Read 107 times

DPD ASITA NTT FB

 

Masukan email Anda, & dapatkan informasi tentang NTT

About ASITA NTT

Association of  The Indonesian Tours And Travel  Agencies (ASITA) adalah Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia. ASITA didirikan di Jakarta pada 7 Januari 1971 dan saat ini, ASITA tingkat Nasional berkedudukan di Jakarta. ASITA sendiri memiliki 31 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yang tersebar di seluruh Indonesia yang salah satunya terdapat di NTT yang didirikan pada tahun 1974.
ASITA NTT merupakan salah satu anggota Stakeholder Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTT atau yang lebih dikenal dengan sebutan NTT Tourism Board.