S5 Corpway - шаблон joomla Joomla
Berita
  • Register
Wednesday, 08 November 2017 08:01

Letusan Gunung Batutara di NTT Jadi Daya Tarik Wisatawan

Rate this item
(0 votes)

Kupang - Objek wisata di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menyusul meletusnya Gunung Api Batutara pada setiap 20 menit sekali setiap hari. Gunung api yang terletak di Kabupaten Lembata Flores itu, lebih dikenal dengan sebutan Pulau Komba.

Letusan gunung itu biasanya diikuti dengan gelombang tsunami kecil. Lalu kalau meletus dengan cepat disertai adanya tsunami, apakah bisa dijadikan salah satu destinasi wisata? Tentu bisa! Jarak aman untuk menikmati keajaiban alam itu sendiri adalah 50 meter dari Pulau Komba. Sedangkan waktu terbaik untuk melihatnya, yakni saat malam atau pagi hari sebelum matahari terbit.
 
Dalam keadaan gelap, wisatawan dapat melihat keindahan letusan Batutara dengan jelas. Dilansir laman Volcanodiscovery.com, gunung kecil yang terletak 50 km di sebelah utara Pulau Lembata itu memiliki riwayat letusan.
 
Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday mengundang wisatawan domestik mengunjungi daerahnya untuk menyaksikan keunikan Gunung Batutara (Ile Batu) di Pulau Komba, yang meletus setiap 20 menit.
 
"Unik gunung ini meletus setiap 20 menit. Letusan itu disertai lahar panas pijar membara membentuk bunga api yang indah disertai tsunami kecil, tapi tidak membahakan dan dapat disaksikan dari jarak 20 meter," kata Thomas Ola Langoday, Minggu (29/10/2017).
 
Letusan Ile Batutara yang berada di Laut Flores sebelah utara Pulau Lembata berlangsung tanpa henti sepanjang hari. Ile Batutara merupakan satu dari tiga gunung api di dunia yang memiliki keunikan seperti itu, dua lainnya ada di Sisilia dan Atlantik.

Wisatawan yang ingin menyaksikan keindahan Ile Batutara, bisa menempuh perjalanan sekitar 90 menit dengan menggunakan kapal cepat dari Lembata. Gunung berapi itu pertamakali meletus pada 1847 dan 1952. Letusan itu menghasilkan "bom" vulkanik disertai aliran lahar.
 
Pada 1 Juli 2006, Batutara kembali meletus dan abu vulkaniknya naik sampai 5.000 kaki atau sejauh dua kilometer. Letusan itu menghasilkan abu sejauh empat kilometer, mirip dengan aktivitas Gunung Anak Karakatau. Sejak saat itu, Batutara sering meletus hingga puluhan kali dalam sehari.
 
Keunikan itu yang membuat Gunung Api Batutara masuk Nominasi Wisata Unik Terpopuler versi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017. Erupsi Baratara mengeluarkan letusan tipe strombolian (letusan pendek), yang hanya menghasilkan sejumlah kecil lava menjulang tinggi 15-90 meter ke udara, namun tergolong tidak berbahaya.
 
Pada Maret 2007 Gunung Batutara kembali mengalami fase letusan yang lebih kuat. Bahkan harus mengevakuasi sekitar 15 ribu orang yang berada di Pulau Lembata. Jika ingin berwisata ke tempat itu, disarankan agar berkelompok atau sekitar 15-20 orang. Kalau seorang diri, biaya sewa kapal sangat mahal, selain tidak ada kapal reguler yang menepi ke Batutara. (Jr.)

http://cikalnews.com/read/41583/03/11/2017/letusan-gunung-batutara-di-ntt-jadi-daya-tarik-wisatawan

Read 43 times

DPD ASITA NTT FB

 

Masukan email Anda, & dapatkan informasi tentang NTT

About ASITA NTT

Association of  The Indonesian Tours And Travel  Agencies (ASITA) adalah Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia. ASITA didirikan di Jakarta pada 7 Januari 1971 dan saat ini, ASITA tingkat Nasional berkedudukan di Jakarta. ASITA sendiri memiliki 31 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yang tersebar di seluruh Indonesia yang salah satunya terdapat di NTT yang didirikan pada tahun 1974.
ASITA NTT merupakan salah satu anggota Stakeholder Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTT atau yang lebih dikenal dengan sebutan NTT Tourism Board.