S5 Corpway - шаблон joomla Joomla
Berita
  • Register
Wednesday, 29 November 2017 09:11

Teluk Maumere Raih Penghargaan API 2017, Bupati Sikka: Ini Motivasi untuk Kita Berbenah Lebih

Rate this item
(0 votes)

Kabupaten Sikka kembali meraih penghargaan. Kali ini di sektor unggulan Pemda Sikka, yakni sektor pariwisata. Yaitu terpilihnya Destinas Wisata Teluk Maumere sebagai Juara I (Satu) kategori “The Most Popular Diving Spot” (Tempat Menyelam Terpopuler) dalam Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017.

Atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Sikka, Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera menerima penghargaan itu. Raihan itu diumumkan dalam acara malam puncak Anugerah Pesona Indonesia, di Grand Studio Metro TV, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (25/11/2017). Event yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata RI dan didukung oleh Kementerian Kominfo ini dihadiri oleh ratusan orang, terdiri dari para bupati, walikota, gubernur dari 150 daerah yang objek wisatanya masuk daftar nominasi API 2017.

Menurut siaran pers Pemerintah Kabupaten Sikka, Sabtu (25/11/2017), ada 15 kategori dalam API 2017. Salah satunya adalah “tempat menyelam terpopuler”.

Dalam kategori itulah, Objek Wisata Taman Wisata Alam Laut Teluk Maumere Kabupaten Sikka masuk nominasi bersama sembilan objek wisata daerah lain. Yaitu:

1.     Gosong Senggora – Kab. Kotawaringin Barat

2.     Kepulauan Banda – Kab. Maluku Tengah

3.     Pulau Bawah – Kab. Kepulauan Anambas

4.     Pulau Karampuang – Kab. Mamuju

5.     Pulau Tomia – Kab. Wakatobi

6.     Selat Lembeh – Kota Bitung

7.     Tanjung Pasir Moyo – Kab. Sumbawa

8.     Teluk Maumere – Kab. Sikka

9.     Teluk Tomini – Kab. Tojo Unauna

10.   Tulamben – Kab. Karangasem

Para pemenang adalah:

Juara I : Teluk Maumere: 47,77%

Juara II: Pulau Tomia: 13,61%

Juara III: Kepulauan Banda: 7,75%

Dukungan Kemenpar

Dalam sambutannya, Sekretaris Menteri Pariwisata RI, Ukus Kuswara, menyampaikan apresiasi dan penghargaan setingginya kepada semua pemenang, dan juga para nominator.

“Ini gelaran API yang kedua, sejak tahun 2016. Kementerian Pariwisata akan tetap dan terus menyelenggarakan acara ini, untuk memberi apresiasi dan dorongan terus-menerus kepada setiap daerah yang memiliki potensi wisata yang luar biasa indahnya, untuk terus mengembangkannya dan giat mempromosikannya, sehingga semua objek wisata kita itu semakin dikenal dunia sehingga semakin meningkatkan kunjungan wisatawan, demi kesejahteraan rakyat.” Demikian kata Ukus Kuswara.

Ia juga menjelaskan bahwa ajang API II 2017 sangat penting untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap pariwisata Nusantara. Kata Ukus, “Kita ingin mendorong Pemda agar menambah fasilitas objek wisatanya dan semakin agresif mempromosikan destinasinya.”

Dukungan Kemenkominfo

Kepada para pemenang, Kementerian Kominfo selaku salah satu pendukung event akan memberikan hadiah khusus, berupa website pariwisata gratis, beserta semua fasilitas pendukung web.

“Semua nominator juga akan kita berikan website gratis ini sebagai dukungan Kemkominfo atas pengembangan pariwisata daerah,” kata Direktur Pemberdayaan Industri Informatika, Septriana Tangkary, setelah menyerahkan secara simbolis bantuan website gratis yang diterima Ketua Penyelenggara Anugerah Pesona Indonesia, Nanda Satria Azwar, untuk diserahkan kepada setiap pemenang, termasuk nominator.

Bupati Sikka: Ini Motivasi untuk Kita Berbenah Lebih

“Saya sudah ke Maumere. Potensinya luar biasa, Teluk Maumere, sangat indah. Profisiat, Pak Bupati.” Begitu kata Sekmenpar Ukus Kuswara ketika menyerahkan piala berbentuk bulu burung merak berwarna keemasan ke tangan Bupati Yoseph Ansar Rera.

Terhadap penghargaan dan apresiasi itu, Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera mengatakan itu sebagai motivasi untuk meningkatkan dan melengkapi objek wisata Teluk Maumere dengan berbagai sarana dan prasarana serta fasilitas yang memadai.

Kata Bupati Ansar, “Atas nama Masyarakat dan Pemerintahan Daerah Kabupaten Sikka, saya bersyukur kepada Tuhan atas anugerah Taman Laut Teluk Maumere, dan berterima kasih kepada Menteri Pariwisata beserta Kementerian Pariwisata, Menteri dan Kementerian Kominfo, dan segenap Panitia Penyelenggara yang menyelenggarakan event ini, serta berterima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah memilih Teluk Maumere sebagai tempat menyelam yang paling populer.

“Penghargaan ini menjadi motivasi yang luar biasa bagi kami untuk terus-menerus menjaga kelestarian alam bawah laut Teluk Maumere. Sebagaimana kita tahu, sejak gempa tektonik dan tsunami pada 12 Desember 1992, taman laut itu rusak.

Dan sejak itu, Pemerintah Daerah dengan didukung oleh berbagai pihak seperti Coremap AUSAID, LIPI, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan lain-lain, terus-menerus melakukan perwatan terhadap terumbu karang, baik dengan penanaman ulang, pendidikan bagi masyarakat pesisir untuk ikut merawat dan menjaganya termasuk tidak melakukan kegiatan yang merusak terumbu karang dan biota laut lainnya, hingga upaya pembuatan zona konservasi. Sebagai umat beriman, tugas menjaga kelestarian alam adalah bagian dari penghayatan iman kita.

“Penghargaan ini juga menjadi motivasi bagi Pemerintah Daerah untuk melengkapi berbagai prasarana dan sarana serta berbagai fasilitas, juga menambah dan meningkatkan pelatihan  berbagai sumber daya manusia yang berkaitan, misalnya dive guide,  agar wisatawan lebih maksimal, nyaman, aman, dan puas menikmati objek wisata Taman Laut Teluk Maumere ini.” Demikian penjelasan Bupati Ansar.

Ia menambahkan, bahwa di tahun 2018 telah dianggarkan pengadaan fasilitas pelabuhan marina di Pantai Wairterang yang bersumber dari dana APBN, dan pengadaan fasilitas Chamber dari dana APBD Kabupaten. Chamber adalah fasilitas kesehatan untuk memulihkan kesehatan para penyelam yang mengalami dekompresi ketika menyelam.

Untuk kawasan Indonesia Timur, fasilitas ini baru ada di Bali. Ansar juga berniat untuk mengadakan speed boat. “Para peserta kontes foto Teluk Maumere sudah meminta diadakan, dan kita siap mengadakannya,” pungkas Ansar.

Dasar Pemilihan Pemenang

Ketua Penyelenggara Anugerah Pesona Indonesia, Nanda Satria Azwar, dalam sambutannya di awal acara, menjelaskan tentang prosedur dan tata cara penentuan pemenang.

Penyelenggara memberikan kesempatan kepada seluruh Pemerintah Daerah baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota untuk menyampaikan usulan nominasi yang akan disertakan dalam ajang tersebut.

Jumlah kategori pun ditambah dari sebelumnya 10 kategori sekarang menjadi 15 kategori. Dengan adanya penambahan jumlah kategori tersebut, maka jumlah nominasi yang turut serta dalam ajang ini juga bertambah menjadi 150 nominasi yang terbagi atas 34 Provinsi, 77 Kabupaten dan 34 Kota.

Selain itu, dalam pelaksanaan pemungutan suara (voting) juga dilakukan penambahan akses, bila sebelumnya hanya bisa dilakukan melalui web vote secara online, saat ini juga sudah dibuka pemungutan suara melalui cara SMS premium berbayar.

Tim Penyelenggara terdiri dari Kemenpar, Kemenkominfo, media massa, dan pegiat pariwisata berbagai sub sektor.

Untuk penetapan nominasi, penyelenggara mendasarkannya pada usulan oleh masyarakat dan Pemda melalui situs www.ayojalanjalan.com dan www.anugerahpesonaindonesia.com. Ada survey untuk menilai kelayakan. Lalu penetapan nominasi. Ini dilaksanakan dari Jauari hingga Juni 2017.

Selanjutnya adalah masa votting, dari Juli hingga 31 Oktober 2017. Jumlah yang ikut votting tahun 2017 ini meningkat 4 (empat) kali lipat dari tahun sebelumnya, yakni dari 53.097 di 2016 sekarang menjadi 232 ribu lebih. Termasuk dari luar negeri.

“Dari luar negeri itu persentasenya 12%, dan urutan teratas adalah Amerika, Eropa, Belanda, dan lain-lain,” kata Nanda Satria Azwar.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata NTT Marius Ardu Jelamu, sekaligus mewakili Gubernur NTT; Bupati Lembata, Yenci Sunur, di mana Pulau Gunung Api Batu Tara – Kab. Lembata juara 3 dalam kategori Obyek Wisata Unik Terpopuler (Most Popular Unique Tourism Spot); dan Kepala Dinas Pariwisata Sikka, Kensius Didimus; dan tokoh-tokoh muda NTT di Jakarta. Pada ajang API 2016, Provinsi NTT meraih juara umum; pada API 2017 terdapat 7 objek wisata di NTT meraih nominasi tapi hanya dua yang meraih juara.

http://kupang.tribunnews.com/2017/11/27/teluk-maumere-raih-penghargaan-api-2017-bupati-sikka-ini-motivasi-untuk-kita-berbenah-lebih?page=all

Read 29 times Last modified on Wednesday, 29 November 2017 09:24

DPD ASITA NTT FB

 

Masukan email Anda, & dapatkan informasi tentang NTT

About ASITA NTT

Association of  The Indonesian Tours And Travel  Agencies (ASITA) adalah Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia. ASITA didirikan di Jakarta pada 7 Januari 1971 dan saat ini, ASITA tingkat Nasional berkedudukan di Jakarta. ASITA sendiri memiliki 31 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yang tersebar di seluruh Indonesia yang salah satunya terdapat di NTT yang didirikan pada tahun 1974.
ASITA NTT merupakan salah satu anggota Stakeholder Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTT atau yang lebih dikenal dengan sebutan NTT Tourism Board.