S5 Corpway - шаблон joomla Joomla
Berita
  • Register
Wednesday, 13 December 2017 04:31

Padi Jenis SRI dan Gogo Cocok Dikembangkan di NTT

Rate this item
(0 votes)

KUPANG - Pengamat pertanian Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Dr Ir Leta Rafael Levis mengemukakan, benih padi jenis SRI dan Gogo bisa dikembangkan karena cocok dengan iklim Nusa Tenggara Timur, yaitu semiarit.

Anomali iklim yang berdampak el nino atau la nina cocok untuk penanaman padi menggunakan teknik SRI (System of Rice Intensification) maupun Gogo untuk meningkatkan produksi pangan jenis ini," katanya di Kupang.

Ia mengatakan hal ini terkait dampak dari bencana banjir terhadap capaian produksi pangan di setiap daerah dan langkah upaya memperbaiki sarana pertanian yang rusak. Selain cocok dengan iklim, penanaman padi menggunakan teknik SRI juga mampu meningkatkan hasil panen hingga 100 persen dari bibit padi yang biasa digunakan dengan kebutuhan air yang lebih sedikit.

Sehingga, menurut dosen pada Fakultas Pertanian Undana Kupang itu, kegiatan Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) dan FTP UGM membuat demplot SRI di Desa Tarus dan Desa Baumata Kabupaten Kupang--NTT sejak 2016 perlu dikembangkan di NTT untuk peningkatan produksi.

Sementara itu, katanya benih padi gogo perlu dikembangkan petani Nusa Tenggara Timur karena tahan terhadap kekeringan dan serangan hama. "Ada dua tipe padi, yaitu padi kering (gogo) yang biasanya ditanam di dataran tinggi dan padi sawah di dataran rendah yang memerlukan penggenangan," katanya, seperti dilansir dari laman Antara.

Ia mengatakan, varietas padi gogo lokal yang berasal dari Kalimantan itu banyak diminati oleh petani NTT karena daya adaptifnya yang baik antara lain varietas Buyung, Cantik, Katumping, Sabai dan Sasak Jalan.

Demikian pula katanya di Sumatera varietas lokal seperti Arias, Simaritik, Napa, Jangkong, Klemas, Gando dan Seratus Malam. Varietas-varietas lokal umumnya selain berumur panjang, potensi hasilnya rendah sekitar dua ton GKG/ha. Namun kelebihannya varietas lokal mempunyai rasa enak yang sesuai dengan etnis daerah setempat.

Varietas unggul padi gogo telah dilepas sejak 1960-1994. Varietas Danau Atas, Danau Tempe dan Laut Tawar merupakan varietas yang cocok dibudidayakan pada lahan podsolik merah kuning. Termasuk varietas Gajah Mungkur dan Kalimutu yang dilepas tahun 1994 cocok dikembangkan pada lahan-lahan kering yang tersebar di kawasan Nusa Tenggara.

Selain itu, katanya varietas lokal toleran terhadap keadaan lahan yang marjinal, termasuk terhadap beberapa jenis hama dan penyakit, memerlukan masukan (pupuk dan pestisida) yang rendah, serta pemeliharaan mudah dan sederhana.

Saat ini Pemerintah NTT terus mendorong upaya penangkaran dan pengadaan benih seperti padi gogo bagi sekitar 64 persen lebih masyarakat NTT yang berprofesi sebagai petani karena daerah ini masuk sebagai daerah rawan kekeringan secara nasional.

Ia mengatakan varietas padi gogo sangat toleran terhadap kekeringan sehingga dapat diterima oleh petani yang memang secara agroklimat berada pada wilayah dengan bulan basah kurang dari 6 bulan.

Sumber: http://www.netralnews.com/news/nasional/read/118584/padi.jenis.sri.dan.gogo.cocok.dikembangk

Read 17 times

DPD ASITA NTT FB

 

Masukan email Anda, & dapatkan informasi tentang NTT

About ASITA NTT

Association of  The Indonesian Tours And Travel  Agencies (ASITA) adalah Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia. ASITA didirikan di Jakarta pada 7 Januari 1971 dan saat ini, ASITA tingkat Nasional berkedudukan di Jakarta. ASITA sendiri memiliki 31 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yang tersebar di seluruh Indonesia yang salah satunya terdapat di NTT yang didirikan pada tahun 1974.
ASITA NTT merupakan salah satu anggota Stakeholder Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTT atau yang lebih dikenal dengan sebutan NTT Tourism Board.