S5 Corpway - шаблон joomla Joomla
Berita
  • Register
Saturday, 03 February 2018 06:37

Gawat, Populasi Kakatua Jambul Kuning Tinggal 40 Ekor di NTT

Keberadaan burung kakatua jambul kuning di Nusa Tenggara Timur dalam ambang bahaya. Penyebabnya karena perburuan liar yang kian marak. Menurut Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi NTT, saat ini hanya tersisa 40 ekor burung kakatua jambul kuning di alam.

"Di NTT, kakatua jambul kuning merupakan hewan liar yang dilindungi Undang-Undang. Saat ini jumlahnya tinggal 40 ekor saja," kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Timur (BBKSDA NTT) Tamen Sitorus kepada awak media di Kupang.

Kakatua jambul kuning yang tersisa ada di dua lokasi pengawasan BBKSDA NTT, yakni di Taman Wisata Alam Manipo di Kabupaten Kupang dan Suaka Margasatwa Harlu di Kabupaten Rote Ndao. "Meski demikian, jumlah tersebut baru ada di dua lokasi yang kami monitoring. Namun, ada juga di Pulau Komodo di Manggarai Barat," lanjutnya.

Oleh karena itu, BBKSDA NTT telah melakukan kerja dengan pemangku kepentingan terkait untuk memantau populasi kakatua jambul kuning dan habitatnya. Setiap tahun, BBKSDA NTT menargetkan peningkatan populasi satwa tersebut sebesar 10 persen. Rencananya, akan dilakukan penambahan dua kakatua jambul kuning lagi tahun ini.

"Kami berharap agar upaya ini lancar sehingga populasi kakatua jambul kuning terus berkembang," tutupnya.

 

Sumber: News.trubus.id

DPD ASITA NTT FB

 

Masukan email Anda, & dapatkan informasi tentang NTT

About ASITA NTT

Association of  The Indonesian Tours And Travel  Agencies (ASITA) adalah Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia. ASITA didirikan di Jakarta pada 7 Januari 1971 dan saat ini, ASITA tingkat Nasional berkedudukan di Jakarta. ASITA sendiri memiliki 31 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yang tersebar di seluruh Indonesia yang salah satunya terdapat di NTT yang didirikan pada tahun 1974.
ASITA NTT merupakan salah satu anggota Stakeholder Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTT atau yang lebih dikenal dengan sebutan NTT Tourism Board.