S5 Corpway - шаблон joomla Joomla
Berita
  • Register
Thursday, 08 February 2018 07:30

Demi Kemajuan Pariwisata NTT, Masyarakat tidak boleh Menjual Tanah di Pantai

Meningkatnya ekonomi masyarakat NTT lewat pariwisata sebagai lokomotifnya, harus ditunjang pula dengan partisipasi aktif dari masyarakat. Salah satunya adalah lewat pemahaman masyarakat untuk tidak menjual tanah di pesisir pantai maupun dekat pantai.

Hal tersebut dikemukakan Bakal Calon Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat tatap muka dengan warga Alor Barat Daya (Abad) dan warga Desa Alor Kecil di Moru, Minggu (4/2).

Viktor menegaskan bahwa membangun pariwisata sebenarnya adalah bagaimana cara mendesign imajinasi sehingga orang terkagum-kagum. “Jadi sinopsis yang baik akan memukau dan membuat orang bergairah untuk datang kembali dan menceritakan kepada orang lain,” katanya.

Viktor menjelaskan, potensi pariwisata Alor yang luar biasa tersebut, jika dikelola dengan baik, maka masyarakat Alor pasti sejahtera. “Saya dan Pak Josef A Nae Soi akan merancang pariwisata NTT dengan baik. Tidak seperti sekarang ini orang bangun hotel seenaknya saja. Tumbuh sembarang,” kata Viktor.

Dalam dialog itu, warga setempat mengeluhkan infrastruktur jalan di daerah itu yang belum diperhatikan sesuai harapan. Viktor menegaskan, jika APBD kabupaten maupun APBD provinsi tidak cukup untuk mempercepat peningkatan jalan di Alor, maka pihaknya akan menempuh alternatif lain, yakni mendorong agar jalur-jalur jalan di daerah pariwisata menjadi jalan strategis nasional atau jalur khusus karena memiliki objek wisata atau potensi perikanan yang luar biasa.

Sementara ketika berkunjung ke Uma Pelangserang yakni Istana Raja Alor Kecil, Viktor kembali menyampaikan misinya membangun patiwisata dan pengembangan garam.

Dari Uma Pelangserang, Viktor dan Josef kemudian menemui masyarakat di Desa Oemate dan Desa Wahing, Kecamatan Alor Barat Laut. Di sana Viktor menggugah semangat para pemuda untuk tidak boleh berhenti sekolah. Dia juga menyampaikan hal yang sama tentang pengembangan pariwisata aebagai lokomotif dalam membangun NTT.

“Pariwisata Alor itu seperti gadis cantik yang baru bangun tidur tapi belum berdandan sehingga belum mearik perhatian banyak orang. Kita akan tata secara baik dengan grand desain yang kita buat. Untuk para nelayan, kita siapkan kapal penangkap yang besar. Kita tidak boleh bangga hanya karena memiliki laut yang biru tapi kita tidak mampu mengelola sumber daya yang ada di dalamnya,” kata Viktor.

Panglima Perang
Salah satu tokoh masyarakat Abad, Herkanus Tanghamap saat menerima kunjungan Viktor Laiskodat dan rombongan, mengatakan, sejak 15 tahun lalu Viktor sudah dinobatkan warga Abad sebagai panglima perang.

“Pak Viktor bukan orang baru bagi kami di Abad ini, ” kata Herkanus.

Bagi masyarakat Abad, Viktor sudah menjadi anak sendiri sejak kehadirannya 15 tahun lalu itu. Dan karena itu, masyarakat setempat selalu berdoa agar Viktor dan pasangannya, Josef Nae Soi terpilih memimpin NTT lima tahun ke depan.

“Dan kami minta kalau sudah terpilih jangan lupa bangun jalan dan manfaatkan Dermaga Moru,” katanya.

Ketua Tim Pemenangan Paket Victory-Joss Jacki Uly mengatakan, Viktor Laiskodat dan Josef Nae Soi adalah tokoh nasional yang akan menumpahkan perhatiannya untuk NTT. Karena itu, dia meminta warga setempat untuk memenangkan keduanya pada Pilgub NTT.

“Keberhasilan Victory-Joss sangat ditentukan oleh suara dari masyarakat Abad. Di kecamatan ini Victory-Joss akan berjaya, juga di Kabupaten Alor,” kata Jacki Uly.

Punya Kemampuan
Anggota DPRD NTT dari Partai NasDem Aleks Ena menyatakan, majunya Viktor pada kontestasi Pilgub NTT merupakan suatu keputusan yang sangat luar biasa karena Viktor meninggalkan sejumlah posisi penting di Jakarta.

Viktor memiliki jaringan yang kuat dan luas di tingkat nasional, maupun internasional. Demikian pula Josef Nae Soi. Karena itu, untuk pembangunan inftrastruktur jalan di NTT, termasuk di Alor, tidak terlalu sulit bagi kedua figur tersebut.

“Bangun jalan provinsi membutuhkan dana sebesar Rp 7 triliun. Dan untuk mendapatkan dana sebesar itu bagi Victory-Joss tidak terlalu sulit karena mereka memiliki jaringan yang luas,” kata Ena.

Thomas Tiba dari Partai Golkar, pada kesempatan yang sama menegaskan bahwa Victory-Joss memiliki komitmen yang kuat untuk menghapus stigma miskin yang selama ini melekat pada NTT.

“Kedua putra terbaik NTT ini memiliki kemampuan untuk membangun NTT karena sudah berpengalaman di tingkat nasional. Jadi pemimpin harus bisa mengelola APBD, bahkan meningkatkan APBD. Di tangan kedua orang ini NTT akan jauh lebih baik,” kata Thomas Tiba.

Kegiatan Viktor Laiskodat kemarin diawali dengan ibadah bersama Jemaat Pola di Kalabahi pada pagi hari. Usai ibadah, Viktor bersama rombongan menuju Moru. Di sana mereka diterima langsung Raja Kui, Nasrun Kinanggi.

“Bapak telah dikukuhkan sebagai Panglima Kerajaan Kui dan tentu saja empat suku besar akan berdiri bersama dan mendukung Bapak Viktor. Bapak telah datang ke rumah kami sebagai pengikat, pemersatu dan pendamai. Kehadiran bapak harus bisa mengangkat harkat dan martabat kami. Kami akan bersama bapak dalam perjuangan ini,” kata Nasrudin.

Viktor Laiskodat saat menanam anakan mangga di Desa Abad, Alor

Di hadapan masyarakat Moru, Viktor mengisahkan bahwa 15 tahun silam dia pernah datang di Istana Raja Kui. Dan saat ini ia kembali berkunjung untuk memohon doa dan dukungan. Dia juga menyampaikan apa yang menjadi mimpi besarnya dalam membangun NTT ke depan.

“Saya mampir di sini 15 tahun lalu dan saya senang sekali bisa mampir lagi. Saya memohon doa dan dukungan dalam perjuangan ini. Kita berjuang bersama membangun daerah ini. Saya butuh otoritas untuk kita mengatur pembangunan di daerah ini,” kata Viktor.

Selain menanam pohon mangga, Viktor juga nyekar di makam Raja Kui yang letaknya di samping istana. Dari situ dia menyempatkan diri untuk melihat pelabuhan peti kemas di Moru yang tidak dimanfaatkan untuk kegiatan bongkar muat.

Dari Moru, Viktor menuju ‘kepala burung’ Pulau Alor. Di Desa Alor Kecil, Viktor yang ditemani Josef Nae Soi berkesempatan berkunjung ke Uma Pelangserang yakni Istana Raja Alor Kecil. Di sana Viktor menyampaikan misinya membangun patiwisata dan pengembangan garam.

Tokoh masyarakat Desa Wahing, Elia Adang pada kesempatan tersebut menegaskan bahwa masyarakat yang ada di 13 kampung yang ada di Alor Kecil telah bertekad akan memenangkan Victory-Joss pada Pilgub NTT 27 Juni mendatang.

“Bapak telah sampai di rumah kami dan kami tidak akan mempermalukan Bapak. Kami berjanji akan memenangkan Bapak di wilayah kami. Kami juga menitipkan harapan kami di pundak Bapak supaya kalau Tuhan berkenan, Bapak sudah melihat kondisi infrastruktur di tempat kami,” kata Elia Adang.

 

Sumber: victorynews.id

DPD ASITA NTT FB

 

Masukan email Anda, & dapatkan informasi tentang NTT

About ASITA NTT

Association of  The Indonesian Tours And Travel  Agencies (ASITA) adalah Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia. ASITA didirikan di Jakarta pada 7 Januari 1971 dan saat ini, ASITA tingkat Nasional berkedudukan di Jakarta. ASITA sendiri memiliki 31 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yang tersebar di seluruh Indonesia yang salah satunya terdapat di NTT yang didirikan pada tahun 1974.
ASITA NTT merupakan salah satu anggota Stakeholder Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTT atau yang lebih dikenal dengan sebutan NTT Tourism Board.